Contoh Makalah Ayat Makiyyah dan Madaniyyah





MAKALAH
AYAT MAKIYYAH DAN MADANIYYAH

Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Al-qur’an dan Ilmu Tafsir
Dosen : Nano Nurdiansyah, M.Pd.



Description: D:\itis\uin.jpg




Oleh
Kelompok I
Fiki Firmasyah
: 1157050058
Farhan Arief R.
: 1157050050
Badar Jalaludin
: 1157050024



JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
2016

 









Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kekhadirat Allah SWT. Karena berkat rahmat dan karunianya kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah dengan judul Makiyyah dan Madaniyyah, untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Al-Quran dan Ilmu Tafsir.
Makalah ini disusun sebagai sajian materi diskusi mengenai surat makiyyah dan madaniyyah yang mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi para pembacanya. Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penyusunan makalah ini sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini sampai tuntas.
Sebagai tulisan yang sederhana ini kami mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi tercapainya suatu standar disiplin ilmu yang diharapkan. Semoga makalah ini bermanfaat sebagai stimulus peningkatan studi Ilmu Al- Qur’an, Amin.












Daftar Isi
Kata Pengantar 1
Daftar Isi 2
BAB I Pendahuluan 3
A.     Latar Belakang 3
B.     Rumusan Masalah 3
C.     Tujuan 3
BAB II Isi 4
A.     Pengertian Makiyyah dan Madaniyyah 4
B.     Perbedaan Surat Makiyyahdan Madaniyyah 5
C.     Urgensi Makiyyah dan Madaniyyah 7
BAB III Penutup 9
A.     Kesimpulan 9
B.     Saran 9
C.     Daftar Pustaka 10













BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Perkembangan dan dinamika turunnya wahyu mendapatkan respon yang sangat beragam, begitu pula peristilahan-peristilahan yang muncul dari kajian terhadap al-Qur'an. Mulai dari istilah ayat, surat,  asbabunnuzul, waqaf, washaldan lain sebagainya. Yang tak kalah menarik mengenai istilah yang disebutkan dalam studi Al-Qur'an adalah Makki dan Madani. Ada juga yang menyebut dengan istilah Makkiyah dan Madaniyyah.
Dalam hal ini perlu pengkajian mengenai ayat makiyyah dan madaniyyah ini sehingga m endapat pencerahan kepada semua para ulumul. Dalam proses dimana kejadian turunnya alquran dan bagaimana proses pemberian namamakiyyah dan madaniyyah serta bagaimana cara untuk membedakan mana ayat makiyyah dan mana ayat yang termasuk madaniyyah.

B.     RumusanMasalah
1.      Apa pengertian Makiyyah dan Madaniyyah?
2.      Apakah perbedaan surat Makiyyah dan Madaniyyah?
3.      Apa urgensi Makiyyah dan Madaniyyah?

C.     MaksuddanTujuan
1.      Mengetahui pengertian Makiyyah dan Madaniyyah;
2.      Mengetahui perbedaan surat Makiyyah dan Madaniyyah;
3.      Mengetahui urgensi Makiyyah dan Madaniyyah.


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Makiyyah dan Madaniyyah
Pengetian Makiyyah dan Madaniyyah menuai banyak perspektif diantaranya: “Ayat Makiyyah adalah kumpulan ayat Al-Qur’ran yang teurun selama tiga belas tahun sebelum nabi SAW hijrah, baik dinegara mekkah, ta’if, atau tempat lain di sekitar wilayah Mekkah.” Arifin (2015:15).
“Madaniyyah adalha kumpulan ayat Al-Qura’an yang turun selama hampir sepuluh tahun setelah Nabi SAW. Melaksanakan hijrah ke Madinnah baik yang turun di Madinah, di perjalanan, tempat-tempat pertempuran ataupun di Mekkah.” Atifin (2015:15).
Para sarjana muslim mengemukakan empat perspektif dalam mendefinisikan terminologi Makkiyyah dan Madaniyyah. Ke empat perspektif itu adalah : masa turun (zaman an-nuzul), tempat turun (makan an-nuzul), objek pembicaraan (mukhathab) dan tema pembicaraan (maudu’).
Makiyyah iyalah ayat-ayat yang turun sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah, sedangkan Madaniyyah adalah ayat-ayat yang turun setelah  Rasulullah hijrah ke Madinah. Kendatipun Makiyyah dan Madaniyyah tidak diturunkan di kota Mekkah ataupun kota Madinah. Makiyyah dan Madaniyyah turun sebelum dan setelah peristiwa hijrah.
Salah satu contoh ialah surat An-Nisa [4]:58 termasuk surat Madaniyyah yang turun di Mekkah. Begitu pula surat Al-Ma’idah [5]:3 termasuk surat Madaniyyah yang tidak diturunkan di Madinah. Contoh kedua surat tersebut termasuk surat Madaniyyah yang diturunkan setelah peristiwa hijrah.
Adapun definisi menurut tempat turun  tentang Makiyyah dan Madaniyyah adalah Makiyyah ialah ayat-ayat yang diturunkan di Mekkah dan sekitarnya sedangkan Madaniyyah adalah ayat-ayat yang diturunkan di Madinah dan sekitarnya
Definisi menurut objek pembicaraan, Makiyyah adalah ayat-ayat yang menjadi kitab bagi orang-orang Mekkah. Sedangkan Madniyyah adalah ayat-ayat yang menjadi kitab bagi orang-orang Madinah.
Adapun definisi Makiyyah dan Madaniyyah dari perspektif tema pembicaraan adalah gabungan dari perspektif tempat turun dan persepektif objek pembicara. Salah satu contoh adalah surat Al-Mubtahanah [60], bila dilihat dari perspektif tempat turun surat tersebut termasuk Madaniyyah, karena diturunkan setelah peristiwa hijrah. Akan tetapi, dalam perspektif objek pembicara, surat itu termasuk surat Makiyyah Karena menjadi kitab bagi orang-orang Mekkah. Oleh karena itu, para sarjana muslim memasukan surat tersebut kedalam “Ma nuzila bi Al-Madinah wahukmuhu makki” (ayat-ayat ayng diturunkan di Madinah, sedangkan hukumnya termasuk ayat-ayat yang diturunkan di Mekkah.
B.     Perbedaan Surat Makiyyah dan Madaniyyah
Surat-surat makiyyah yang diturunkan sebelum Hijrah mengandung pokok-pokok da’wah, yaitu tauhid, persoalan wahyu dan hari bangkit , juga mengandung pokok-poko akhlak yang mulia. Tentang tiga permasalahan tadi diturunkan dalil-dalil dan cara menjawab berbagai argument kaum musyrikin. Dalili-dalil tersebut tidak dapat dibantahkan lagi oleh siapapun, bahkan oleh orang-orang yang mengingkari hari bangkit dan orang – orang yang enggan membenarkan Rasul pemebawa risalah sekali-kalipun. Setelah itu surat-surat Makiyyah banyak menyajikan  kisah-kisah kaum  terdahulu  serta berbagai peristiwa yang menimpa mereka akibat mendustakan para rasul, agar orang-orang yang dating kemudian dapat mengambil contoh dan teladan dari sikap mereka. Surat-surat lainnya yang diturunkan sebelum Hijrah.
      Surat-surat Madaniyyah menguraikan perilaku para penentang, dan menjawab ahli kitab yang bertetangga dengan Rasul di Madinah. Merka membangkit-bangkitkan berbagia keraguan serta kesesatan tentang risalah kerasulan. Surat Madaniyyah itu juga menyuguhkan hal-hal yang khusus bertalian dengan kaum mu’minin, menguraikan hokum-hukum untuk mengatur berbagai urusan intern dan ekstern mereka. Semuanya itu dapat dilihat dalam surat- surat Al-Baqarah dan Ali’Imran, Annisa, dan Al-Ma’idah, serta surat-surat lainnya yang diturunkan sesudah Hijrah.
Untuk dapat membedakan surat Makiyyah dan Madaniyyah dilihat dari dua titik tekan, yaitu titik tekan analogi dan titik tekan tematis. Perbedaan surat Makiyyah dan Madaniyyah yang dilihat dari titik tekan analogi diantaranya:
1.      Makiyyah
a.       Didalamnya terdapat ayat Sajadah
b.      Ayat-ayatnya dimulai dengan kata “kalla”
c.       Dimulai dengan ungkapan “yaa ayyuha” dan tidak ada ayat yang dimulai dengan ungkapan “yaa ayyha”, kecuali dalam surat Al-Hajj [22].
d.      Ayat-ayatnya mengandung kisah para nabi dan ummat terdahulu
e.       Ayat-ayatnya berbicara tentang kisah nabi Adam dan Iblis, kecuali surat Al-Baqarah [2]
f.       Ayat-ayatnya dimulai dengan huruf terpotong-potong seperti alif lam mim dan sebagainya.
g.      Ayat-ayat Makiyyah pendek-pendek dan dinamai ayat Qishar.
2.      Madaniyyah
a.       Mengandung ketentuan faroid dan had
b.      Mengandung sindiran-sindiran terhadap kaum munafik
c.       Mengandung uraian tentang perdebatan ahli kitab
d.      Memiliki ayat-ayat yang panjang dan dinamai ayat Thiwal.
Berdasarkan titik tekan Tematis,  ciri-ciri Makiyyah dan Madaniyyah sebagi berikut:
1.      Makiyyah
a.       Menjelaskan ajakan monotheisme
b.      Menetapkan pondasi-pondasi pembentukan hukum syara dan keutamaan akhlak.
c.       Menuturkan kisah para nabi dan umat terdahulu dalam menghadapi tantangan kelompok musrikin
d.      Ayat dan suratnya pendek- pendek
e.       Banyak mengandung kata sumpah
2.      Madaniyyah
a.       Menjelaskan permasalahan ibadah, muamalah, bangunan rumah tangga, warisan, keutamaan jihad, kehidupan sosial, dan aturan pemerintahan, menanganni perdamaian dan peperangan.
b.      Mengkitabi ahli kitab Yahudi dan Nasrani dan mengajaknya masuk Islam
c.       Mengungkap langkah-langkah orang munafik
d.      Surat dan sebagian ayatnya panjang-panjang serta menjelaskan hukum dengan terang.

C.     Urgensi Mengetahui Surat Makiyyahdan Madaniyyah
Dalam mengetahui Makiyyah dan Madaniyyah Manna Al-Qaththan mendeskripsikan urgensinya sebagai berikut:
1.      Membantu dalam menafsirkan Al-Qur’an
Dengan mengetahui kronologis Al-Qur’an, mufasir dapat memecahkan makna kontradiktif dalam dua ayat berbeda, yaitu dengan pemecahan konsep nasih-mansu yang hanya bisa diketahui melalui kronologi Al-Qur’an.
2.      Pedoman bagi langkah-langkah da’wah
Da’wah Islam berhasil mengetuk hati dan menyembuhkan segala penyakit rohani orang-orang yang diserunya. Disamping itu, setiap langkah da’wah memiliki objek kajian dan metode tertentu, periodisasi Makiyyah dan Madaniyyah telah memberi contoh untuk itu.
3.      Memberi Informasi tentang Sirah Kenabian
Penahapan turunnya wahyu seiring dengan perjalan da’wah nabi, baik di Mekkah atau di Madinah, dimulai sejak diturunkannya wahyu pertama sampai diturunkannya wahyu terakhir. Al-Qur’an adalah rujukan otentik bagi perjalanan da’wah nabi. Informasinya tidak diragukan lagi.










BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Makiyyah adalah kumpulan ayat Al-Qur’an yang turun sebelum Nanbi Muhammad SAW. Melakukan hijrah ke Madinah yang diturunkan disekitar Mekkah sedangkan Madaniyyah adalah umpulan ayat Al-Qur’an yang diturunkan setelah Nabi Muhammad SAW. Melakukan hijrah ke Madinah dan yang turun di sekitar Madinah.
Perbedaan makiyyah dan Madaniyyah dapat dilihat dari dua titik tekan yaitu titik tekan analogi dan tiktik tekan tematis.
Urgensi mengetahui Makiyyah dan Madaniyyah ialah membantu dalam menafsirkan Al-Qur’an, pedoman bagi langkah-langkah da’wah, memberi informasi tentang sirah kenabian.

B.     Saran
Sebagai cendikiawan muslim sepatutnya mengetahui pengertian Makiyyah dan Madaniyyah dan dapat membedakan antara kedua surat tersebut serta mempelajari urgensinya.







C.     Daftar Pustaka
M. Solihi, Ulum Al-Qur’an, Bandung : Pustaka Setia, 2013.
Mahmud Syaltut,Tafsir Al-Quranul Karim, Bandung : CV.Diponegoro, 1990.
M. Hasbi Ash Shiddieqy, Sejarah dan Pengantar Ilmu Al-Qur’an/Tafsir, Jakarta : PT Bulan Bintang, 1954














Silahkan bagi yang ini mendownolad filenya bisa di akses

Komentar